Mahasiswa
KKN-T UPGRIS Bantu Siswa SD Agar Tetap Semangat Belajar Di Rumah
Dunia pendidikan merupakan salah satu
pondasi penting dalam kemajuan di suatu bangsa, hal ini bisa dilihat ketika
semakin baik kualitas pendidikan yang dilaksanakan oleh suatu bangsa, maka akan
diikuti dengan semakin baiknya kualitas bangsa tersebut. Namun pada awal tahun
muncul wabah yang menyebabkan penyakit menular berupa infeksi pada saluran
pernapasan manusia berupa batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle
East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
yang disebabkan oleh coronavirus atau sering kita sebut dengan Covid-19.
Pandemi Covid-19 ini tentunya memberikan
dampak yang terlihat nyata dalam berbagai bidang yaitu disemua aspek bidang tak
terkecuali bidang pedidikan. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dalam masa
pandemi Covid-19 tentunya mengalami banyak perubahan tentuny. Akan tetapi
pendidikan sendiri harus tetap berjalan dalam keadaan apapun. Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau sistem dalam
jaringan (daring) sejak bulan Maret 2020.
Hal ini juga berdampak dengan kegiatan
belajar siswa SD yang terpaksa harus melakukan pembelajaran secara daring
dengan tetap di rumah saja. Anak-anak SD yang bertempat tinggal di Desa
Kalikondang juga merasakan jenuhnya mengikuti pembelajaran secra daring. Bahkan
mereka mulai bosan dengan pembelajaran menggunakan gawai. Merindukan kegiatan
belajar seperti pembelajaran normal biasanya di sekolah. Bisa berkumpul bersama
teman-teman di dalam kelas.
Melalui KKN Tematik Covid-19 Literasi dan
Numerasi, Khoirunnisa yang merupakan salah satu Mahasiswa Universitas PGRI
Semarang kelompok 26 yang ikut dalam KKN yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing
Lapangan (DPL) yaitu Prasena Arisyanto, S. Pd., M. Pd. melakukan pendampingan
belajar dengan siswa SD yang bertempat tinggal di Desa Kalikondang RT 04 RW 02
Kecamatan Demak Kabupaten Demak.
Senin, 7 Sepetember 2020 kegiatan ini
disambut dengan antusias oleh siswa SD, mereka sangat bersemangat untuk
mengikutinya dan mempersiapkan diri dengan membawa buku dan alat tulisnya
masing-masing. Hal ini juga beralasan bahwa, dengan adanya kegiatan seperti ini
siswa sangat terbantu dalam penyelesaian tugas sekolah. Tugas yang kebanyakan
masih diabaikan oleh siswa dengan memilih untuk bermain, kini terbantu dengan
kegiatan seperti ini. Siti Zulaekhah adalah salah satu orang tua siswa yang
mengatakan bahwa anak-anak ketika belajar di rumah keseringan main tanpa tahu
batasan waktu.
“Apalagi kalau sudah main HP itu bisa
lupa waktu belajar. Ketika anak-anak pegang HP maka yang dibuka itu game jadi
membuat belajarnya terganggu. Kalau ada kegiatan KKN yang dilakukan oleh
mahasiswa seperti ini kan bisa membantu anak saya ketika dirumah dan tidak
melulu main HP saja. Tidak hanya itu saja kegiatan ini juga meringankan beban
orang tua murid untuk membimbing belajar di rumah. Saya juga sangat terbantu,
ketika ada tugas dari sekolah tapi anak saya malah tidak mau mengerjakannya,
dan malah saya sendiri yang harus mengerjakannya mbak.” ungkapnya (07/09/20)
Melalui KKNT Covid-19 Literasi dan
Numerasi ini, anak-anak dapat memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin.
Belajar dengan lebih semangat bersam teman-temannya. Salah satu peserta KKN-T
mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa SD.
“Kegiatan pendampingan belajar ini sangat bermanfaat. Hal ini bisa membantu
anak-anak yang belum tentu paham dengan materi yang diberikan oleh gurunya
melalui gawai ketika pembelajaran daring. Dengan adanya pendampingan ini siswa
SD akan mendapat penjelasan serta terbantu dalam pengerjaan tugas sekolahnya.
Memanfaatkan waktu ketika di rumah dengan belajar sekaligus menarapkan jiwa
sosial kepada teman-teman yang lain. Hal ini karena kegiatan dilakukan secara
berkelompok dengan melibatkan 8 siswa SD. ” tutur Khoirunnisa (07/09/20)
Kegiatan ini membuat anak-anak merasa
semangat dalam belajar. Orang tua pun tidak pusing lagi mengerjakan tugas anak.
Tugas sekolah yang biasanya orang tua yang mengerjakan, kini terbantu dengan
kehadiran mahasiswa KKN-T UPGRIS. Anak-anak kebanyakan meminta untuk dibantu
dalam pengerjaan Lembar Kerja Siswa (LKS), dan meminta untuk dijelaskan materi
yang belum di pahami. Tak lupa baik anak-anak maupun orang tua berterima kasih
dengan kegiatan positif ini.

Komentar
Posting Komentar